Kosong

Pada dinding-dinding yang kelam dan membisu.. aku merajah namamu dengan airmata.

Di titik terdiamku yang paling sunyi.. aku menjelajahi hatimu yang tak tersentuh.

Denganmu, hatiku terpenjara kebimbangan yang entah sampai kapan.

Bersamamu, jiwaku terbelenggu keresahan yang berkepanjangan.

Di sisimu, rasaku terjeda tanpa makna… kosong.

Serupa ampas kopi yang tersisa di dasar cangkir… pahit.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s