Lembar Terakhir Catatan Tentang Kita

Kita pernah hanya duduk terdiam,
menatap hujan hingga larut malam,
seperti dua orang yang tak saling kenal.

Dan hatiku mulai menggigil…
Menerka-nerka penuh tanda tanya, pada dua matamu yang tak pernah mau menatapku.

Aku lelah..

Hanya dua kata itu yang terucap dari bibirmu yang gemetar, dua kata yang kumengerti dengan sendirinya.

Pergilah ~ jawabku

Lalu kusesap sisa-sisa kopi di cangkirku sambil menatap punggungmu yang kian menjauh.

Tanpa airmata.
Karena aku tahu, di sudut jalan sana ada seseorang yang menunggumu dengan gelisah.

Semoga bahagia. Itu doa yang selalu kuucapkan hingga saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s