PUSARA HATI

Mestinya kau mengerti, jiwaku mati saat kau melangkah pergi..

Mestinya kau sadari, tanpa dirimu hidupku tak berarti

Kekasih…
Pernahkah kau bertanya “mengapa kita dipertemukan (kembali) saat tak ada ruang yang sanggup menyatukan kita ?”.Kekasih…
Pernahkah kau bertanya “mengapa kita tetap mencoba saling bergenggaman tangan meski tahu akan sama-sama terluka ?”.

Kekasih…
Pernahkah kau mencoba memahami “mengapa kita tetap sanggup tersenyum bersama saat perpisahan mulai menyapa ?”

Pernah kutanyakan semua itu pada hatiku, namun ia hanya diam membisu. Dan aku tak pernah menemukan jawabannya, hingga perpisahan benar-benar hadir diantara kita.

Lalu aku tak lagi bertanya, karena hatiku tak hanya diam membisu.. perpisahan telah membuatnya mati dalam kesedihan yang abadi.

Kini, yang tersisa hanya sebuah pusara tanpa nama berhiaskan sebait kalimat yang hanya mampu dimengerti… oleh kita.

~ Di sini terkubur sebuah hati yang kehilangan nyawanya, saat kekasihnya pergi~

Written by @erdyanti_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s