K e h i l a n g a n

~ Secangkir kopi di atas meja, aromanya menyesakkan dada..
Aroma yang sama dari waktu ke waktu, yang mengingatkanku pada wangi tubuhmu ~

Pagi ini ia terbangun dengan sisa-sisa airmata yang membasahi kedua pipinya.
Seperti biasa, hal pertama yang dilakukannya adalah memeriksa pesan-pesan yang masuk di handphone-nya.
Berharap ada 1 atau 2 pesan yang dikirimkan oleh kekasihnya.Senyum mengembang di bibirnya saat harapannya terkabul.
Satu pesan singkat dari kekasihnya, jawaban terakhir dari sisa percakapan tadi malam yang terputus saat ia tertidur karena terlalu lelah oleh pekerjaan kantor yang mengharuskannya pulang lebih larut dari biasanya.

Perlahan, senyum itu menghilang dari wajahnya yang masih terlihat lelah.
Ah, ia teringat percakapan dengan kekasihnya tadi malam.
Ya, kekasihnya sempat bertanya mengapa ia bicara dengan “bahasa resmi”.
Benarkah ? Dibacanya lagi percakapan mereka tadi malam.

Sepertinya tidak ada yang aneh, ia berkata dalam hati sambil berkali-kali membaca ulang percakapan itu.

Oh, shit…. tiba-tiba ia mengumpat pelan saat teringat 1 artikel yang sempat dibacanya di salah satu website beberapa hari yang lalu. “Tanda-tanda Pasangan Ingin Berpisah”. Ia ingat betul, salah satu dari tanda-tanda itu adalah : Pasangan menilai ada yang berubah pada dirimu, entah itu sikap maupun ucapan.

Dan kekasihnya menilai bahwa caranya bicara berubah menjadi resmi ? Perlahan airmatanya mulai mengalir lagi. Kecemasan mulai mengisi relung hatinya, bahkan lebih hebat dari biasanya.

Ya Tuhan.. apakah ini pertanda bahwa kekasihnya ingin berpisah dengannya ? Kenapa ? Apakah ia sudah melakukan kesalahan ? Atau mungkin kekasihnya sudah menemukan perempuan lain yang lebih baik darinya ?

Ya Tuhan.. tubuhnya mulai menggigil, airmatanya mengalir semakin deras. Nafasnya terasa sesak, ada rasa sakit yang menusuk hatinya… ia terluka tanpa daya, jiwanya hampa.

Apakah tangannya tak mampu lagi menggapai cinta itu ?
Ataukah Tuhan tak lagi ingin melihatnya bahagia ?
Satu permintaan hadir di hatinya
Apakah ia masih boleh berharap dan meminta sesuatu yang mungkin masih ada ?
Atau memang cinta itu bukan untuknya ?

Cabut saja nyawaku, Tuhan… aku tak akan sanggup berpisah dengan kekasihku.

Hidupku sudah berakhir tanpa kekasihku, tak ada gunanya lagi sekarang. Ia merebahkan tubuh, memejamkan matanya yang basah, mencoba terlelap dan berharap tak perlu terjaga lagi selamanya.

~Ѐ®ƊiϺ@Ƴ@~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s