Di Penghujung Malam

Mungkin tak pernah kau sadari, bahwa aku tak pernah ingin menjadi yang mengakhiri percakapan kita di penghujung malam.

Meski malam yang kian larut memanggil, merengkuh jiwa-jiwa yang lelah dan
memejamkan mata-mata yang mulai redup binarnya.

Di penghujung malam……

Aku tak pernah ingin menjadi yang mengucap salam selamat tidur lebih dulu, karena aku ingin yakin kau aman dalam lelapmu.

Aku tak pernah ingin menjadi yang mengucapkan salam selamat malam lebih dulu, karena ada ketakutan dalam diriku jika pagi kita tak pernah lagi datang.

Aku adalah penunggu…
Menunggumu dipeluk malam dengan aman, menunggumu memberi kecupan hangat saat dingin malam menggigikan tulang.

Di setiap penghujung malam yang telah kita lalu, sesungguhnya aku selalu terpejam belakangan. Menyusun doa-doa tanpa jeda untukmu, untukku, untuk kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s