L e l a k i k u

Dear lelakiku…
Mungkin caraku mencintaimu masih terlalu sederhana, aku masih terlalu sering menangis, ketika kamu mengeluh tentang sikap diamku yang kerap datang tiba-tiba.

Dear lelakiku…
Aku tak pernah berharap kamu bisa memahami arti diamku, saat aku tak berucap sepatah katapun. Cukuplah diam, duduk di sisiku dan genggam tanganku. Bagiku itu sudah lebih dari cukup.

Dear lelakiku…
Mungkin caraku mencintaimu masih terlalu sederhana, aku masih terlalu sering merasa sebagai wanita yang tidak dicintai, ketika kau bisa tertawa riang dengan teman perempuanmu.

Dear lelakiku…
Aku tak pernah berharap kamu selalu ada untukku, atau memberikan seluruh waktumu untukku. Sisakan lima menit di awal dan akhir harimu, untuk sekedar menyapaku. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Dear lelakiku…
Sederhanakanlah cintamu, karena aku tak sepandai dirimu, dalam menata sebuah hubungan. Cintai saja aku sebagai perempuan biasa, yang penuh dengan kekurangan. Dan kamulah yang akan melengkapinya.

Dear lelakiku…
Saat langkahmu kian menjauh dariku, doa-doaku akan tetap tertuju untukmu. Semoga segala kebaikan dan kebahagiaan selalu memeluk hidupmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s