Rindu Yang Kian Memudar

Riuh rendah tawa anak-anak di pelataran rumah…
Pekiknya menggores hati yang masih meneteskan luka sejak tadi malam…
Embun pagi yang biasanya menyejukkan…
Terasa pedih saat diusapkan ke atas luka…

Di beranda yang sama seperti tadi malam, secangkir kopi yang kuseduh sejak pagi masih utuh tak tersentuh…

Kubaca lagi sepotong kalimat yang hampir membuatku mati rasa…
Duh Gusti, pedih apa lagi ini…
Bagaimana mungkin serangkaian kata mampu memudarkan rindu yang semula menggebu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s