Ketika Tawa Berganti Menjadi Airmata

~ Secangkir kopi yang baru saja kuseduh terasa getir di ujung lidahku ~

Sayang…
Maafkan aku jika t’lah menyakiti hatimu..
Tak ada niatku tuk lakukan itu..
Tak mungkin aku menyakitimu dengan sengaja…

Sayang…
Usai sudah tawa bahagiaku malam ini..
Airmata sudah mengembun di pelupuk mata…
Dan aku akan membiarkannya mengalir tanpa jeda, untukmu..

~ Secangkir kopi tertumpah sudah, pecah di ujung kakiku. Aku tak peduli ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s