Satu Pinta, Asa Menggema

Sayang…
Pernahkah kamu tahu, debar jantungku selalu berdetak dalam ritme yang tak menentu setiap kali membaca pesan-pesan singkatmu ?
Tapi kamu juga harus tahu bahwa yang lebih mendebarkan adalah rentang waktu yang harus kulalui saat menanti pesan-pesanmu… itu yang kerap membuatku diterjang gelisah berkepanjangan.

Sayang…
Kadang aku kehabisan kata untuk bicara, padahal begitu banyak cerita yang ingin kusampaikan padamu… you make me speechless and I mean it.
Kalau saja bisa, aku lebih memilih untuk mendengarkan cerita-ceritamu… karena aku memang tak pandai bicara.

Sayang…
Entah kenapa aku merasa begitu bersalah karena menyayangimu… sementara (mungkin) di hatimu tak pernah ada rasa yang sama seperti rasaku.
Aku menggemakan berjuta kata sayang, namun bibirmu tetap membisu seribu bahasa.

Sayang…
Satu pintaku, jangan biarkan aku tenggelam dalam rasa ini sendirian. Jika memang tak ada rasa itu di hatimu… lepaskan saja asaku, biar menggema di sudut-sudut hatiku yang lengang.

~Ѐ®ƊⓨϺⓐƳⓐ~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s