TWEETS OKT 2012

Oct 30, 2012 21:11
Yang kau tak pernah tahu, aku sudah berada begitu dekat denganmu hari itu… namun entah mengapa, aku hilang nyali untuk menemuimu.

Oct 30, 2012 20:58
Tak perlu membelenggu diri pada hening. Saat berjuta rindu menyapamu, biarkan mereka berguguran di kakimu tanpa tersentuh.

Oct 30, 2012 06:24
Ini bukan kecewa yang mematikan, sayang… Ini hanya segores luka hati yang akan sembuh seiring berjalannya waktu.

Oct 29, 2012 22:58
Aku selalu punya cara untuk menyembunyikan luka… entah dengan tawa bahagia atau airmata duka, bagiku sama saja.

Oct 28, 2012 22:50
Masih dengan hening yang sama, perlahan kau rajam aku dengan perih tanpa nama. Yang berulang datang dan pergi dengan raga tanpa sukma.

Oct 28, 2012 22:41
Hingga saatnya nanti, pendar bintang akan meneranginya saat kau ingin kembali pulang..

Oct 28, 2012 22:40
Ia akan bersembunyi dalam pekat malam yang tenang…

Oct 28, 2012 22:40
Sudah kutinggalkan jejak rindu pada jarak yang membentang….

Oct 27, 2012 22:49
Satu dusta memaksa kita untuk memalingkan wajah ke sisi yang berseberangan. Begitupun hati kita, mereka tak sanggup lagi saling berpelukan.

Oct 27, 2012 22:46
Sungguh, secangkir kopi pahit lebih memabukkan dibandingkan ciumanmu yang paling basah sekalipun..

Oct 27, 2012 22:44
Lalu kita akan saling meneriakkan pedih yang kita ciptakan sendiri, hingga akhirnya kita tak sanggup lagi bersuara….

Oct 27, 2012 22:44
Karena melupakan bahagia kita menjadi lebih mudah saat luka mulai kita torehkan satu demi satu.

Oct 26, 2012 23:18
Ia yang bersembunyi di gelap malam, ku kira tlah menghilang.. ternyata masih berpendar, hanya kilaunya saja yang kian memudar.

Oct 26, 2012 19:09
Pada akhirnya aku memilih untuk tetap bersembunyi dengan bahagia, karena telah kurasakan pedih saat membuka hati.

Oct 24, 2012 23:28
Jika kita tak juga mampu menggenggam separuh hati, maka biarkan jiwa2 kesepian menelanjangi nurani…

Oct 23, 2012 21:48
Mari kita mengukir raut wajah baru di topeng yang kita kenakan. Aku, sudah mengukir topeng dua wajah : srikandi dan durga !

Oct 23, 2012 21:27
Pada akhirnya, hanya para sahabat yang mampu membiaskan duka menjadi gelak tawa.

Oct 23, 2012 21:20
Pernah kucoba samarkan kilaunya, namun ia makin menghujamkan nyeri… menelusup sampai ke sudut hati.

Oct 23, 2012 21:17
Pernah ada satu bintang berpendar begitu indah, sayang.. kilaunya yang angkuh membutakan mata.

Oct 23, 2012 06:37
Hari ini kutantang matahari untuk menjadikan langit tetap benderang hingga senja nanti…. tanpa hujan, pun mendung menggantung.

Oct 21, 2012 18:58
Aku masih menyisakan sekeping rindu untuk kau genggam saat kembali ke kota ini.

Oct 20, 2012 07:58
Mengabaikanmu adalah jelmaan rindu yang perlahan mati rasa.

Oct 20, 2012 06:45
Berterimakasihlah… bukan hanya karena bantuan yang kita terima, tapi juga pada perhatian dan kepedulian yang kita dapatkan.. sekecil apapun itu.

Oct 19, 2012 20:22
Jika segala ikrar tak lagi punya arti, masih pantaskah kita saling menggenggam hati ? Kita tak lagi saling peduli, saat rasa perlahan mati.

Oct 19, 2012 20:02
Aku sudah menyeduh luka dan airmata dalam cangkir kenangan. Biarlah ketabahan mereguknya hingga habis… tanpa sisa.

Oct 18, 2012 21:16
Sudah kutumpahkan segala cerita dan airmata. Terimakasih, karena tak pernah lelah untuk selalu ada di saat sedihku

Oct 17, 2012 23:30
Di penghujung malam, gelisah menghidupkan debar yang menyakitkan. Terbata, kueja namamu dalam sepenggal doa. Maafkan aku…

Oct 17, 2012 23:24
Berbahagialah, karena bahagia adalah anugerah terindah dari Tuhan yang tak ternilai harganya.

Oct 17, 2012 23:17
Nikmati saja rasa yang sedang berbunga.. Kelak, kan ada masanya berbuah menjadi bahagia.

Oct 16, 2012 23:07
Kutebarkan seluruh rindu di sisi luar ruang hati, dan kubiarkan tetap di situ hingga mengering lalu lenyap tersapu angin… tanpa sisa.

Oct 16, 2012 20:58
Topeng-topeng kaca di dalam lemari, puluhan raut wajah yang menanti. Kupilih satu, dengan seringai paling ngeri yang kau benci.

Oct 16, 2012 20:52
Basah sudah tubuh, keringat menetes liar. Menggigil dalam erangan… panggil namamu yang tak sanggup ku eja.

Oct 16, 2012 18:10
Secangkir kopi yang kuseduh kali ini, sepekat senja yang tadi kuwarnai jelaga. Hitam dan pahit… seperti baris-baris puisimu.

Oct 16, 2012 17:22
Kali ini kuwarnai senja dengan jelaga, hingga tak akan terlihat lagi indahnya… seperti inginmu.

Oct 15, 2012 00:09
Sudah kureguk segala nyeri tanpa sisa, tapi luka masih tetap menganga… dan kamu, terus menggaraminya tanpa jeda hingga perih menggugat.

Oct 14, 2012 23:59
Jelang tengah malam… dan mata masih enggan terpejam. Terlalu banyak nyeri menghujam, entah kenangan silam mana yang terekam.

Oct 7, 2012 22:22
Yang tak kau tahu, aku selalu menyimpan remah-remah rindumu yang berserakan. Meski keping besarnya entah pada siapa kau berikan.

Oct 7, 2012 22:16
Menimang rindu yang kau titipkan adalah kebahagiaan kecil yang hadir di sela keheningan kita.

Oct 7, 2012 18:58
Jiwa-jiwa yang berbaris di pintu hati, entah untuk apa… sedang mereka tahu, hatiku tlah bertuan padamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s