TWEETS SEPT 2012

Jangan pernah kembali.. aku sudah menyiapkan pedang, yang akan menebas urat nadimu jika kau coba menyentuh hidupku lagi.
Sep 30, 2012 3:58 PM

Bahkan sebuah perpisahan yang “manis” pun menyisakan kenangan dan rasa kehilangan.
Sep 30, 2012 3:37 PM

Menghanyutkan segala tentangmu diantara buih-buih ombak…
Sep 30, 2012 8:12 AM

Aku akan mengenangnya sebagai hidup… dan merindukanmu seumur hidup. Dua sisi kehidupan, yang tak pernah bisa kusentuh dengan sempurna.
Sep 28, 2012 11:26 PM

Sudah kita rayakan hari bahagiamu dengan doa dan airmata, sudah waktunya aku kembali pulang.
Sep 28, 2012 2:20 PM

Maaf, aku tak membawakanmu kembang senja tadi. Hanya sepotong doa… itupun tak sempurna, airmata terlebih dahulu membasahi pusaramu.
Sep 28, 2012 2:05 PM

Malam ini, tak ada lagi airmata di penghujung do’aku. Satu pinta yang kau eja senja tadi… kuanggap itu sebuah jawaban.
Sep 27, 2012 7:07 PM

Kebencianmu dan kerinduanku adalah kegetiran yang manis….
Sep 29, 2012 5:15 PM

Kesepiankah kamu di sana ? Dinginkah ? Sunyikah ? Ah, semoga tidak… bukankah bidadari2 menemanimu… (Itu yg kubaca di buku dongeng)
Sep 29, 2012 2:49 AM

Sudah kularung airmata di bibir pantai, semoga pedihnya ikut terbawa dan menghilang.
Sep 27, 2012 11:31 AM

Mencintaimu bukanlah rencanaku, ia hanya sebentuk rasa yang hadir dalam benak dan jiwaku.
Sep 27, 2012 10:33 AM

Saat jarak dan waktu tak mampu lagi mengalirkan airmata, maka rindu menjadi sebuah kata yang sulit dieja.
Sep 27, 2012 2:19 AM

Terbiasa diabaikan membuatku lupa cara merindukanmu….
Sep 26, 2012 4:10 PM

Ternyata dibutuhkan lebih dari 1 cangkir kopi untuk menetralisir emosi…
Sep 26, 2012 6:12 AM

Aku sudah membutakan mata, namun sang angin tetap saja menyampaikan berita tentang sebuah pertemuan. Kamu, dan entah Siapa….
Sep 25, 2012 11:07 PM

Terlalu sering membisukan rasa membuatku lupa cara mengeja kata-kata.
Sep 25, 2012 10:49 PM

Jika esok rinduku mati, sanggupkah kau menghidupkannya lagi ?
Sep 25, 2012 4:17 PM

Melepaskan sejenak rindu yang menggantung… aku lelah dihujani mendung.
Sep 25, 2012 3:16 PM

Aku sudah melukis rindu dengan lafal-lafal doa, entah untuk apa….
Sep 25, 2012 2:32 PM

Entah pada siapa sayangmu tertuju, di sini aku masih merajut do’a dan rindu untukmu.
Sep 25, 2012 9:56 AM

Entah kerinduan macam apa yang menghampiriku di siang yang terik ini. Panasnya mengeringkan airmata tanpa sisa.
Sep 25, 2012 8:26 AM

Merindukanmu dalam diam adalah caraku menyayangimu lewat doa-doa malam.
Sep 24, 2012 10:49 PM

Menghardik pada wajahku di cermin itu… “Diam ! Simpan saja semua kata-kata”.
Sep 23, 2012 8:13 PM

Aku sudah kehilangan nyali, meski rindu nyaris lepas kendali.
Sep 23, 2012 8:05 PM

Ketika sang rindu terperangkap di jeruji hati, yang tertuang hanya amarah pada diri sendiri.
Sep 23, 2012 7:09 PM

Kotaku mulai dibasahi hujan. Senja tadi, seperti biasa aku menari di bawah curahnya. Menyembunyikan airmata.
Sep 23, 2012 6:33 PM

Ini senyum tulus saat melihatmu bicara dan tertawa dengan duniamu.. #bahagiaitusederhana
Sep 23, 2012 4:11 PM

Kehilangan adalah proses awal untuk menjadi lebih kuat dan tabah.
Sep 23, 2012 3:09 PM

Rindu yang sempat terbengkalai… sesaat melapangkan dada, lalu kembali tumpah ruah tak terbendung.
Sep 23, 2012 12:32 PM

Rindu mengalir tak bermuara…
Sep 23, 2012 2:00 AM

Tersenyumlah, jangan biarkan ia yang mengkhianatimu tersenyum lebih dulu melihat airmatamu !!!
Sep 22, 2012 2:16 PM

Bukankah semua orang berhak untuk bahagia ? Lalu kenapa mesti menangisi sebuah pengkhianatan ?
Sep 22, 2012 2:15 PM

Untuk keluar dari “comfort zone” itu perlu nyali dan hati…. di luar sana banyak luka menanti, bersiaplah merasakan pedih.
Sep 22, 2012 4:59 AM

Kesinisanmu yang paling hebatpun tak akan mampu melukaiku. Aku sudah kembali terlindung di balik dinding kaca yang sempat kutinggalkan.
Sep 22, 2012 4:40 AM

Tak perlu merasa terganggu atas hadirku, aku sudah sembunyi di balik sunyi. Tak perlu merasa terbeban atas tanyaku, takkan ada tanya lagi.
Sep 22, 2012 1:32 AM

Menikmati jalinan aksaramu… dalam diam, dalam hening, di sudut tergelap.
Sep 22, 2012 12:41 AM

Monolog itupun akhirnya terjadi.. kita, bertarung kata tanpa saling menyapa.. dan sang ego berlalu dengan senyum kemenangan.
Sep 20, 2012 7:50 PM

PadaMU yang mengenal hatiku lebih dari siapapun.. satu saja pintaku malam ini : “Jagalah dia dalam setiap langkah yang ditempuhnya..”
Sep 20, 2012 6:51 PM

Mungkin kita memang dipertemukan untuk memiliki rasa yang terbias… atau mungkin takdir hanya menggoda kita sambil berlalu penuh tawa.
Sep 20, 2012 4:17 PM

Rindu sudah kusamarkan dalam setiap doa yang terucap. Di setiap lafalnya, ada pinta yang tulus untuk bahagiamu.
Sep 20, 2012 1:57 PM

Kamu… Ya, kamu yang berarak di langit dengan warna birumu… apa kabarmu hari ini ?
Sep 20, 2012 3:02 AM

Menikmati jutaan aksara yang kau rangkai menghangatkan hatiku… meski bukan padaku semua itu tertuju.
Sep 20, 2012 1:59 AM

Kamu yang entah dimana… selamat menikmati pagi. Sudah kuseduh secangkir kopi, kutinggalkan di meja jika nanti kau kembali…
Sep 20, 2012 1:46 AM

Di kotaku tak ada lagi kicauan burung pagi. Ah, beruntungnya kamu masih bisa menikmatinya.
Sep 20, 2012 12:36 AM

Satu bintang menghilang, mata hatiku ikut padam. Yang tersisa hanya gelap, langkahpun hilang arah di sesatnya malam.
Sep 19, 2012 5:41 PM

Di pantai tadi aku melihat satu bintang berkerlip seperti kunang-kunang. Hanya sekejap, lalu ia menghilang tertutup awan kelam.
Sep 19, 2012 5:36 PM

Diam itu milikku, jangan racuni dengan heningmu… nanti kita jadi bisu.
Sep 19, 2012 5:12 PM

Apa bedanya kangen dan rindu ? Bagiku… Tak ada !! Keduanya tertuju ke kamu…
Sep 19, 2012 4:08 PM

Apa yang salah dengan kata “rindu” ?
Sep 19, 2012 2:54 PM

Ruang rindu adalah mimpi yang selalu kujaga . Karena hanya di dalamnya, tangan lemahku ini bisa merengkuhmu hingga terlelap.
Sep 19, 2012 7:42 AM

Karena kesederhanaan itu selalu mengagumkan.
Sep 19, 2012 7:24 AM

Meski rinduku hanya kau balas dengan seuntai kata. Bagiku, itu seperti ribuan doa yang akan menemaniku sepanjang hari ini.
Sep 19, 2012 3:06 AM

Kadang aku ingin menjauh, berlalu dari hidupmu. Namun hatiku tak mau tahu, ia terus saja merindukanmu.
Sep 18, 2012 11:08 PM

Pada bait-bait puisi yang kutulis dengan senyum dan airmata, di tiap abjadnya ada sepotong rindu yang kuselipkan untukmu.
Sep 18, 2012 5:41 PM

Ini seperti lelucon diri.. aku bercakap denganmu dalam imajinasi, sedang kau bercakap dengan mereka secara nyata. Kusebut itu “kenaifanku”.
Sep 18, 2012 5:06 PM

Aku tersesat dalam puisi indahmu, lalu terhempas nyeri saat kau hadirkan amarah di dalamnya
Sep 18, 2012 4:55 PM

Akan kuakhiri malam ini lebih cepat, agar aku tak melukaimu lebih hebat. Biar diamku dan heningmu saja yang merenda waktu untuk berdamai.
Sep 18, 2012 4:01 PM

Ingin kuhadang langkahmu sejenak, agar aku bisa menatap wajahmu lekat-lekat… Mungkin bisa kutemukan bias rasamu yang sesungguhnya di situ
Sep 18, 2012 3:52 PM

Aku diam, kamu bicara… Aku bicara, kamu diam. Lantas kemana perginya “kita” yang mestinya bisa bicara tanpa saling terluka..
Sep 18, 2012 2:25 PM

Entah siapa yang kau temui senja tadi. Entah pada siapa puisimu tertuju kini. Aku hanya menduga, namun bukan hak ku untuk bertanya.
Sep 18, 2012 1:41 PM

Aku, rumpun mawar di taman tak bertuan. Belum sempat kuncupku mekar, bilah pedangmu menebas tanpa belas… rantingku patah, rebah ke tanah.
Sep 18, 2012 1:35 PM

Ruang rindu ini begitu sesak menghimpit dada, lalu meledak saat bayangmu hadir tersamar di sudut senja
Sep 18, 2012 1:21 PM

Dan aku kembali menatapmu dalam diam, tanpa sepatah kata terucap… hanya ditemani nafas dan detak jantung yang tak lagi punya irama.
Sep 18, 2012 9:32 AM

Kamu dan duniamu… Aku dan duniaku… Kita tak punya tempat untuk berbagi rindu.
Sep 18, 2012 8:36 AM

Pada takdir kuserahkan selembar kertas, agar digoresnya dengan pena – namaku dan dia yg entah siapa..
Sep 18, 2012 8:27 AM

Kubiarkan pikiranku hanyut dalam buaian tentangmu, melewati pagi dan kesibukan yang panjang.. karena rasa ini mengalir tanpa alasan.
Sep 18, 2012 7:54 AM

Jika kutebus tiap amarahmu dengan satu ciuman… seberapa banyak amarah akan kau berikan ?
Sep 18, 2012 4:45 AM

Sang ilusi-pun berteriak lantang “Lihat, hanya aku yang bisa melindungimu dari nyeri !” – Ia menyimpanku di kotak kaca lagi.
Sep 18, 2012 1:38 AM

Bertahun sembunyi di balik ilusi membuatku tegar tak tersentuh. Namun ada satu titik waktu dimana ketegaranku runtuh… karenamu.
Sep 18, 2012 12:09 AM

Memang kangenku tak tahu waktu, sepagi ini sudah menelusuri jejak aksaramu yang semalam terlewatkan.
Sep 17, 2012 11:45 PM

Lelapkan aku dalam mimpi yang panjang. Tak peduli apa isi mimpiku, asalkan tak menawarkan bimbang…
Sep 17, 2012 5:49 PM

Ini sama sekali tak menyenangkan. Aku sanggup memendam rasa, tapi tak sanggup menahan kata. Entah denganmu…
Sep 17, 2012 5:19 PM

Seperti malam yang selalu punya cara untuk menyembunyikan bintang, begitu juga aku yang selalu bisa menyembunyikan airmata.
Sep 17, 2012 4:49 PM

Setidaknya, ijinkan aku menatapmu dalam diam. Agar bisa kunikmati rasa ini meski terabaikan.
Sep 17, 2012 3:15 PM

Aku tak ingin melangkah pergi atau berpaling… masih ingin kutebar aroma kopi untukmu di sini.
Sep 17, 2012 1:35 PM

Hujan tak kunjung datang, namun pipiku selalu basah.
Sep 17, 2012 11:21 AM

Menyeduh kopi pagi, ritual untuk menebarkan aroma yang kau sukai. Aku masih di sini, menyajikan secangkir kopi untukmu dalam keheningan.
Sep 17, 2012 3:01 AM

Pada akhirnya, ilusi adalah tempat teraman untuk bersembunyi. Tempatku merajut cerita yang tak pernah ada.
Sep 16, 2012 5:53 PM

Aku berbalik meski enggan, melangkah meski gamang. Pergiku, semoga jadi bahagiamu.
Sep 16, 2012 5:15 PM

Aku berkejaran dengan waktu bukan karena tergesa, tapi untuk menata kepingan-kepingan hati yang lama berserakan.
Sep 16, 2012 4:04 PM

Hapus risaumu, aku akan menjauh seperti inginmu.
Sep 16, 2012 12:09 PM

Aku tidak pernah bermain dengan aksara, hanya untuk memeluk dirimu. Saat gelap datang dan siang berlalu, rasa ini mengalir tanpa rencana.
Sep 16, 2012 10:05 AM

Aku rindu, kamu berlalu. Ilusi, katamu.
Sep 16, 2012 8:26 AM

Sepagi ini menyeduh kopi, kutitipkan aromanya pada angin untuk membangunkanmu…
Sep 16, 2012 12:13 AM

Terlalu banyak cerita yang tersimpan, mereka tersembunyi diantara senyum dan airmata. Maafkan aku, dan segala ketakmampuanku.
Sep 15, 2012 9:56 PM

Ah, jadi itu yang menari di benakmu. Ya, dia, ilusi yang menari di hidupku.
Sep 15, 2012 7:05 PM

Aku menikmati semua ucapmu… dalam diamku, dalam heningku, dalam kegelisahan yang tak kumengerti.
Sep 15, 2012 6:50 PM

Aroma kopi adalah candu bagiku.. seperti kamu, yang tiba-tiba mencipta debar dadaku. Maafkan rasaku yang tak tahu malu.
Sep 15, 2012 6:36 PM

Menjelmalah di sisiku, lelahku bersanding dengan ilusi.
Sep 15, 2012 6:16 PM

Adalah aku, yang menyembunyikan debar dadaku. Tak ingin terdengar olehmu, meski dalam bias sekalipun.
Sep 15, 2012 5:56 PM

Untukmu, kuciptakan keheningan yang membisu. Rasakan saja, kelak akan kau mengerti arti diamku.
Sep 15, 2012 5:02 PM

Gedung-gedung itu indah namun menyakitkan. Ada darah dan airmata pada setiap dindingnya.
Sep 15, 2012 4:50 PM

Tuan, lihat kami yang tercenung dalam diam. Entah kagum atau heran atas semua keajaiban yang tercipta.
Sep 15, 2012 4:49 PM

Dan kotaku semakin riuh tak terbendung, bocah-bocah itu tak punya lagi tanah lapang untuk bermain riang.
Sep 15, 2012 4:39 PM

Terang benderang. Kamu, dan kejanggalan isi benakmu.
Sep 15, 2012 10:12 AM

Jangan menatapku seperti itu, nanti aku tak tahan ingin menciummu…
Sep 14, 2012 1:18 PM

Di kotaku, pelangi tak lagi punya warna. Keindahannya hanya tinggal cerita yang tersimpan sebagai kenangan tak bermakna.
Sep 13, 2012 4:23 PM

Ada luka menganga saat kita bicara. Lihat, betapa mudahnya aku bersandiwara… menebar tawa, menyembunyikan airmata.
Sep 13, 2012 4:10 PM

Ingin menciummu sekali lagi. Kali ini tanpa malu-malu lagi…
Sep 13, 2012 2:08 PM

Dan cinta yang sempurna tak membutuhkan kata-kata atau harta. Ia akan hadir dalam bentuk yang paling sederhana…. ikhlas dan doa..
Sep 12, 2012 11:25 PM

Karena cinta adalah rasa…. meski tersimpan dalam dada, ia mampu membuatku bahagia.
Sep 12, 2012 11:24 PM

Yang aku tahu, aku mencintaimu dengan hatiku. Tentang isi hatimu, itu tak penting bagiku.
Sep 12, 2012 11:24 PM

Saat lelah memelukku, hanya dekapmu yang ingin kutuju. Tak peduli meski diantaranya ada cumbu rayu, aku hanya ingin mencium wangi tubuhmu.
Sep 11, 2012 7:19 PM

Dan aku mulai benci menyeduh kopi… di setiap adukannya ada namamu menggema tanpa henti.
Sep 10, 2012 11:54 PM

Mungkin rasaku salah arah, mestinya ia diam saja di hatiku daripada tersesat lalu hilang entah kemana.
Sep 10, 2012 11:51 PM

Jika diam adalah cara terbaikmu untuk melupakanku, maka ikhlas adalah cara terbaikku untuk mencintaimu.
Sep 10, 2012 5:15 PM

Jika kemarin adalah bahagiaku, ijinkan aku mengenangnya dengan senyum. Karena senyum adalah hal terindah yang kauberikan saat kita bersama.
Sep 10, 2012 4:15 PM

Aku dan cinta tak pernah bersahabat. Ia selalu lupa pada indahnya pertemuan. Dalam ingatannya hanya ada cara menyuburkan luka.
Sep 10, 2012 3:42 PM

Ciumanmu kemarin membuatku batuk-batuk sepagi ini. Tolong, sembuhkan aku dengan satu ciuman lagi.
Sep 9, 2012 10:30 PM

Sekali lagi, ciuman itu menyesatkanku. Ditemani secangkir kopi yang tersipu malu, rinduku tumpah ruah di ranum bibirmu.
Sep 9, 2012 12:02 PM

Pada hatimu yang padam, kuberi sedikit cahaya meski tak berwarna. Biarlah ia menemanimu dalam diam, hingga kau sadari hadirku disana.
Sep 8, 2012 1:38 PM

Mereka bilang ciumanmu memabukkan… kubilang, ciumanmu menyesatkan. Dan aku ingin tersesat selamanya.
Sep 8, 2012 11:28 AM

Pada segala ragu dan rindu yang telah memelukku.. Kukembalikan segala itu padamu, agar tak lagi menghantui mimpi-mimpi malamku.
Sep 8, 2012 8:47 AM

Kamu, heningmu dan kesunyian yang tercipta diantara kita… adalah bara yang kelak kan menghanguskan rasa tanpa sisa.
Sep 8, 2012 8:44 AM

Rindu ini serupa kerikil-kerikil tajam yang melukai dinding hati. Kesunyian yang memaksa mataku terpejam dengan nyeri tak terperi.
Sep 8, 2012 8:44 AM

Kusebut kamu perenda nada, dengan lembut suara yang membelai kalbuku. Pemilik senyum tipis yang memporak porandakan jantungku.
Sep 8, 2012 8:43 AM

Kusebut kamu elang kecilku, dengan sayap-sayap kokoh yang memeluk hatiku. Pemilik wajah dingin yang meluluh lantakkan hari-hariku.
Sep 8, 2012 8:42 AM

Dan aku tak pernah bisa mengenyahkan rasa itu, meski jarak dan waktu terus mengelilingiku
Sep 7, 2012 11:59 AM

Terimakasih angin, telah kau keringkan airmataku yang terus menetes saat terakhir aku memeluk tubuhnya hari ini. Ia tak perlu tahu….
Sep 6, 2012 4:33 PM

Terbangun sebelum terlelap, lalu tercenung.. mencoba mengingat mimpi sekilas tentangmu.
Sep 5, 2012 10:12 PM

Ada debar yang tak mampu kuredam saat mata mulai lelah dan terpejam. Aku.. dan kebimbangan yang terus merajam.
Sep 4, 2012 7:35 PM

Ada sajak-sajak tentang amarah dan kebencian yang tak pernah sanggup ku ungkapkan. Entah mengapa… entah sampai kapan ?
Sep 4, 2012 5:38 PM

Mata masih enggan terpejam, ada yang terus menggelitik hati sedari tadi… puisimu, sajakmu, pun sekedar celoteh nakal di TL ku.
Sep 3, 2012 7:58 PM

Sejak kau lukai jiwaku, bilur-bilurnya terus membekas entah sampai kapan. Maafkan dendamku…. Ayah.
Sep 3, 2012 6:36 PM

Tak perlu meradang bila ku abaikan… bukankah itu pula yang kerap kau lakukan ? @sajak_cinta
Sep 3, 2012 4:40 PM

Pada senja kutitipkan rindu. Tak peduli akan diberikan pada siapa. Hatiku sudah tak punya ruang lagi untuk menampungnya.
Sep 3, 2012 12:17 PM

Kemana harus kucari hujan ? Kotaku sudah kering kerontang, penghuninya tak sanggup lagi membeli air.
Sep 3, 2012 11:47 AM

Benar katamu ~ sekarang aku punya lebih banyak waktu utk memikirkan diriku sendiri, meskipun di sisi lain aku tetap khawatir ttg mereka.
Sep 1, 2012 6:35 PM

Ada rindu tersamar di balik heningku yang kau baca sebagai amarah. Maaf, aku tak sanggup lagi mengeja rindu yang selalu kau abaikan.
Sep 1, 2012 5:29 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s