TITIK PUNCAK

Rabu, 26 September 2012 benar-benar hari yang menyebalkan buatku. Segala sumpah serapah memenuhi kepalaku tanpa ampun. Hari dimana kesabaranku berada di titik puncak batasnya… emosiku meledak.

Pangkal masalahnya cuma konsep yang aku bikin kemarin dengan penuh perjuangan sampai jam 7 malam, tiba-tiba diobrak-abrik si “boss kecil” seenaknya tanpa permisi.

Itu belum seberapa… yang bikin emosiku meledak waktu “boss besar” masuk ke ruangan dan dia ber-akting seolah-olah dia yang mengerjakan konsep itu. Dengan sikap sok tahunya si “boss kecil” nyerocos kayak metromini yang rem-nya blong ngejelasin isi konsep itu.

“Boss besar” yang kemarin malam memang ada di kantor sampai malam, tahu betul konsep itu buatanku cuma senyum-senyum sambil melirikku. Dengan santai “boss besar” nyerahin flashdisk…
Ini Dee, sudah saya koreksi konsep kamu tadi malam. Langsung kirim ke Staf Renstra untuk dikompulir, tidak ada perubahan hanya saya tambahi 1-2 kalimat.

Nyessss…. emosiku yang tadinya sudah meledak-ledak mendadak seperti disiram air es begitu mendengar kata-kata “boss besar”. Aku lirik si “boss kecil” dengan senyum sinis penuh kemenangan.

Tapi ini belum berakhir. Mungkin karena malu di-skak “boss besar” langsung di depanku, si “boss kecil” jadi uring-uringan padaku. Kalau kata orang Enggres sih dia “nggeremeng” gak karuan sambil nyebut-nyebut namaku

Beeuuhh… saking dongkolnya, waktu dia ke kamar kecil aku masukkan beberapa tetes thinner type-ex ke air minum di mejanya. ~ Well… This is me, Sir…. Don’t make me angry with your idiot behaviour !!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s